Menyambut Final Liga Europa, Wenger Lontarkan 2 Kecaman

Laga pamungkas Liga Europa yang mempertarungkan Arsenal dengan Chelsea tinggal sejumlah hari lagi. Pertandingan yang bakal bergulir di Baku, Azerbaijan, ini tidak luput dari atensi Arsene Wenger. Mantan pelatih The Gunners itu di antaranya meluncurkan 2 kecaman.

Kecaman perdana dari lelaki yang dijuluki The Professor ini ialah tentang pemilihan Baku menjadi pos laga pamungkas. Menurut banyak pihak lainnya yang lebih dulu mengungkapkan kecaman, ia juga mempersoalkan keterjangkauan venue laga pamungkas untuk para fan.

“Bagi para pendukung, ini bak sebuah impian jelek. Ke 2 tim sulit jual seluruh tiket yang dialokasikan untuk mereka sebab ketidakterjangkauan Baku. Arsenal sudah dengan terbuka mengritik putusan mengadakan laga pamungkas di kota ini, ” tutur Arsene Wenger sebagaimana dilansir Football5Star. com dari The Telegraph.

Dengan cara implisit, lelaki yang jua sudah berhasil melatih AS Monaco ini mengomentari UEFA yang melupakan kepentingan fan. Berdasarkan dirinya, laga final tidaklah melulu tentang kematangan kota penyelenggara dan 2 kesebelasan finalis, melainkan jua para fan.

“Final merupakan partai puncak. Untuk ke 2 kesebelasan sih tak bermasalah. Mereka hidup di dalam situasi tepat. Mereka memiliki jet pribadi dan tempat duduk bisnis. Para suporter yang bakal sedikit lebih terdampak, ” urai Arsene Wenger.

Kecaman lainnya dari lelaki dari Prancis ini tentang problem yang dihadapi Henrikh Mkhitaryan. Gelandang dari Armenia ini dipastikan tidak turut rombongan Arsenal untuk laga pamungkas Liga Europa sebab keselamatan dirinya terancam oleh ketegangan politik antara Armenia dan Azerbaijan.

Untuk The Professor, ini benar-benar menyedihkan sebab sepakbola sewajarnya menyatukan siapa pun. “Itu sesuatu yang tidak harus berlangsung di sepakbola, pada dunia modern. Benar-benar miris saat lantaran urusan politik, Kamu tidak dapat berlaga sepakbola, ” tutur Arsene Wenger lagi.