Wilfred Zaha Cuma Ideal Bermain di Crystal Palace, Bukanlah Tim Lainnya

Plan transfer Wilfred Zaha dari Crystal Palace disambut sinis oleh legenda Liverpool, John Barnes. Anggapannya, gaya penampilan Zaha tak ideal untuk tim mana juga.

Sekarang Zaha digadang-gadang bakal gabung Everton. Rumor ini tidak lepas dari kesediaan tim sekota Liverpool menebus 50 juta poundsterling untuk sang pemain sayap.

Namun begitu, John Barnes melihat jika plan transfer bintang tim nasional Pantai Gading bakal berdampak negatif untuk kesebelasan yang bakal ia bela mendatang. Sebab, sang bintang bukanlah tipikal bintang yang mementingkan kolektivitas skuat, melainkan kemampuan individunya sendiri.

“Saya berpikir Zaha takkan ideal tampil dalam tim lainnya. Aku kira ia terlampau individualis. Ia berbuat apa yang ia kerjakan sepanjang ini, berlaga sendiri dan tidaklah untuk kesebelasan. Ia senang menggiring bola antara 5 bek, ” tutur Barnes sebagaimana ditulis Tribal Football, Kamis (8/8).

“Faktor ini juga yang membikin tim kayak Manchester City dan Liverpool tak berminat pada bakatnya. Di tim barunya mendatang ia tak dapat tampil dalam seluruh lini gelanggang. Sementara di Crystal Palace sepanjang ini dia berbuat segalanya, mendapat bola di sebelah kanan, sebelah kiri, dan sentral. Tipikal kayak ini tak pantas untuk skuat lainnya, ” lanjut legenda Liverpool.

Apa yang dibilang John Barnes bisa jadi terdapat benarnya. Saat Wilfred Zaha pindah menuju Manchester United sejumlah musim kemarin, dia tidak berhasil cemerlang hingga alhasil dipulangkan menuju Crystal Palace.